Program pembelajaran khas SMK yang diprogramkan secara khusus untuk diselenggarakan di masyarakat antara lain berupa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Program PKL disusun bersama antara sekolah dan masyarakat (Institusi Pasangan/Industri) dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik, sekaligus merupakan wahana berkontribusi bagi dunia kerja (DU/DI) terhadap upaya pengembangan pendidikan di SMK.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut.

  1. Mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan (DU/DI) yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).
  2. Membagi topik-topik pembelajaran dari Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat dilaksanakan di Institusi Pasangan (DU/DI) sesuai dengan sumber daya yang tersedia di masing-masing pihak.
  3. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
  4. Memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global.

Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014 menyatakan bahwa PKL dapat dilaksanakan menggunakan sistem blok selama setengah semester (sekitar 3 bulan) atau dapat pula dengan menggunakan sistem semi blok selama 1 (satu) semester yakni melaksanakan PKL dengan komposisi 3 hari melaksanakan PKL pada mitra DU/DI dan 3 hari melaksanakan pembelajaran di sekolah setiap minggunya. Untuk memenuhi pemerataan jumlah jam di Institusi Pasangan/Industri yang memiliki jam kerja kurang dari 6 hari per minggu maka sekolah perlu mengatur sirkulasi/perputaran kelompok peserta PKL.


Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kelompok wajib A dan B pada periode tersebut dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan). Jika pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B tidak terintegrasi dalam kegiatan PKL maka pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B tersebut dilakukan di satuan pendidikan (setelah peserta didik kembali dari kegiatan PKL di Institusi pasangan/industri) dengan jumlah jam setara dengan jumlah jam satu semester.


Memperhatikan Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014, waktu pelaksanaan pembelajaran di Institusi Pasangan/Industri dapat dilakukan pada kelas XI atau kelas XII. Untuk menjamin keterlaksanaan program PKL maka dapat dilakukan alternatif pengaturan sebagai berikut:

  1. Jika program PKL akan dilaksanakan pada semester 4 kelas XI, sekolah harus menata ulang topik-topik pembelajaran pada semester 4 dan semester 5, agar pelaksanaan PKL tidak mengurangi waktu untuk pembelajaran materi pada semester 4 sehingga sebagian materi pada semester 4 tersebut dapat ditarik ke semester 5.
  2. Demikian juga sebagaimana pada butir 1) di atas, jika program PKL akan dilaksanakan pada semester 5 kelas XII, sekolah harus melakukan pengaturan yang sama untuk materi pembelajaran pada kedua semester tersebut.
  3. Mengingat kebijakan UN yang tidak lagi menjadi salah satu faktor penentu kelulusan, maka program PKL dapat dilaksanakan sebelum UN pada semester 7 secara blok penuh selama 3 bulan (12 minggu) bagi SMK Program 4 Tahun. Penilaian PKL merupakan integrasi dari penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Sekolah sepenuhnya menyerahkan penilaian kepada institusi atau mitra industri dengan pedoman dan rubrik penilaian yang dirancang oleh sekolah.

Penilaian Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Penilaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) Penilaian peserta didik saat melaksanakan PKL meliputi aspek Keterampilan dan Sikap Kerja. Perencanaan penilaian PKL dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang telah dipelajari menyesuaikan kondisi yang ada di Dunia Usaha dan Industri (DU/DI).

Penilaian PKL dilakukan oleh instruktur di Dunia Usaha dan Industri. Penilaian PKL didasarkan pada pengamatan dan hasil kerja peserta didik selama pelaksanaan PKL. Instruktur mengisi format penilaian keterampilan dan sikap kerja yang terdapat pada Jurnal pelaksanaan PKL.

Penilaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kewajiban mitra dunia usaha/industri. Hasil penilaian PKL disampaikan dalam bentuk angka secara terintegrasi dengan mata pelajaran terkait dan/atau deskripsi dengan mencantumkan keterangan industri tentang kinerja peserta didik secara keseluruhan yang disampaikan melalui jurnal PKL maupun sertifikat atau surat keterangan PKL dari industri. Nilai PKL dalam bentuk angka diintegrasikan dengan mata pelajaran tertentu yang relevan dengan lokasi praktik.

Surat Keterangan/Sertifikat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Surat keterangan/sertifikat PKL memuat sekurangnya predikat pencapaian kompetensi keterampilan dan sikap peserta didik selama melaksanakan PKL dan dapat dilengkapi dengan lembar penilaian. Surat keterangan/sertifikat PKL dapat diterbitkan oleh Dunia Usaha dan Industri (DU/DI) atau Satuan Pendidikan dengan ditandatangani oleh perwakilan dari DU/DI.